Beberapa tokoh yang hadir di antaranya:
-
Romo KH. Abdul Ghofur, Pengasuh Ponpes Sunan Drajat.
-
KH. Imam Mahmudi Bantani, Pengasuh sekaligus pendiri Ponpes Nurul Khidmah.
-
Gus Sukhoiri, S.H., pendiri Pondok Mburi Wong Bodho dan PASSER Indonesia (Gresik).
-
KH. Bi’in Abdussalam, NU Cabang Lamongan.
-
KH. Mustofa, S.H., Pengawas PASSER Indonesia Pucuk Lamongan.
-
Gus Tumpeng, Pengasuh Padepokan Bajingan Mantup Lamongan.
-
Bapak Edy Prayitno, S.H., Direktur Utama Radar CNN & LBH PASSER Indonesia, Surabaya.
-
Sayyid Zulfikar Assaibani, perwakilan Sidoarjo.
-
Serta jajaran pengurus cabang PASSER Indonesia se-Jawa Timur.
Seruan “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” menggema lantang di awal tausiah Gus Sukhoiri, yang menjadi ciri khas beliau untuk membangkitkan semangat para jamaah dan anggota PASSER yang hadir.
“Merdekakan jiwamu dari cinta dunia, dari cinta harta, tahta, wanita, dan ilmu.Merdeka sebenarnya juga merupakan doa orang Jawa terdahulu. Kita seharusnya sudah merdeka dari beban finansial maupun tekanan batin,” ungkap Gus Sukhoiri.
Lebih lanjut, Gus Sukhoiri menjelaskan bahwa PASSER Wong Bodho Indonesia merupakan organisasi sosial yang berfokus pada pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat bawah yang belum tersentuh atau terdzalimi.
“Perbedaan adalah berkah. Jadikan perbedaan sebagai semangat untuk kemajuan, bukan perpecahan. Sepuluh orang yang bermanfaat bagi seribu orang lebih baik daripada seribu orang yang tidak memberi manfaat apa pun.Hidup adalah pengabdian,” tegasnya.
Sementara itu, di sela kegiatan, Mas Dedik Susanto, Ketua DPW PASSER Jawa Timur, turut memberikan pesan kebersamaan.
“Tanamkan rasa setia kawan di antara sesama anggota PASSER. Jangan ada yang saling merendahkan. Seperti sapu lidi, semakin banyak dan rekat, semakin kuat membersihkan kotoran yang ada,” ujarnya di bawah panggung acara.
Ketua Umum PASSER, H. Abdul Rokhim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga dengan dzikir, sholawat, dan doa para ulama, kyai, serta seluruh anggota PASSER, organisasi ini semakin berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, H. Abdul Rokhim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, para donatur, dan jamaah yang telah hadir.
“Terima kasih kepada para alim ulama, para kyai, para sayid, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” pungkasnya.(red)

